Saturday, 12 October 2013

ICS 2013 : Ponsel Indo-China Vs Ponsel China


Sejumlah produsen perangkat seluler pintar asal China ataupun merek lokal rakitan China siap menantang ponsel-ponsel merek besar di ajang Indonesia Celluler Show (ICS) 2013 di Jakarta. Setidaknya lima merek ponsel non-mainstream berlayar sentuh telah siap untuk mempenetrasi pasar perangkat seluler nasional dengan produk-produk andalan mereka.
Lima merek ponsel pintar yang ada di pameran ICS, Rabu, itu antara lain IMO, K-Touch, MITO, Oppo, dan Polytron.

Produsen ponsel IMO menghadirkan lima model ponsel pintar layar sentuh Android dengan kisaran harga Rp600 ribu hingga Rp1,999 juta. Smartphone andalan IMO yaitu IMO S89 (Miracle) berlayar 4,5 inci, menggunakan prosesor MediaTek Quad Core 1,2 GHz, dan Android Jelly Bean.

Di sisi lain, ponsel K-Touch menawarkan tiga model yaitu Titan, Lotus, dan Lotus II dengan kisaran harga Rp999 ribu hingga Rp2 juta. Ponsel asal China itu mengunggulkan K-Touch S100 berlayar 5,3 inci dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz dan Android Jelly Bean.

Sementara, produsen MITO menawarkan delapan ponsel pintar bersistem operasi Android dengan kisaran harga Rp500 ribu hingga Rp1,999 juta. Produk andalan MITO yaitu A355 yang merupakan ponsel pertama MITO berprosesor Qualcomm quad-core dengan layar 5,3 inci dan sistem operasi Android 4.1.

Polytron juga seakan tidak kalah dengan menawarkan lima ponsel layar sentuh Android seharga Rp749 ribu hingga Rp2,499 juta. Ponsel merek lokal itu mengunggulkan model Wizard Quadra (W7450) berlayar 4,5 inci dengan prosesor quad-core dan sistem operasi Android Jelly Bean.

Produsen ponsel bermerek Oppo juga seakan turut menantang para produsen ponsel pintar global yang terlebih dahulu hadir di Indonesia dengan varian premium-nya Find 5 seharga Rp5,499 juta. Oppo cenderung menyasar segmen pasar yang berbeda dengan empat merek ponsel sebelumnya karena harga produknya berkisar Rp1,999 juta hingga Rp5,499 juta.

Sayang, tidak dapat menemukan ponsel-ponsel lain bermerek lokal dalam ICS 2013 seperti Cross Mobile, Nexian, dan Tiphone. Meski menjadi produk alternatif, kelima ponsel itu menawarkan spesifikasi yang hampir serupa seperti prosesor berinti empat, sistem operasi Android, fungsi multi-media, serta harga di bawah Rp2,5 juta, kecuali Oppo.

sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Wednesday, 9 October 2013

Mahasiswa IPB Ciptakan JDP, Pendeteksi HP Napi di Penjara


Lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat untuk seseorang agar bertobat. Menyesali perbuatan jahat dimasa lalu merupakan intisari penjara tersebut. Namun nyatanya penjara justru akan membuat seseorang lebih brutal dari seharusnya. Contoh Freddy Budiman terpidana mati kasus Narkoba, bukannya menyesali Freddy justru mengganas dipenjara, buktinya ia masih mampu mengimpor 1 juta butir ekstasi. Selain faktor pihak luar yang bekerjasama dengannya justru peran dia yang besar. Pertanyaannya bagaimana ia mampu mengatur bisnis narkotikanya.

Simpel jawabnya, ponsel. ya ponsel menjadi perantara untuk mengatur bisnis narkotika Freddy, penggunaan hp yang harusnya dilarang justru marak baik secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terang-terangan. Hal ini lah yang mempengaruhi lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) baru-baru ini ciptakan JPD (Jail Phone Detector). JPD adalah teknologi pendeteksi keberadaan sinyal handphone narapidana di penjara. Kelima mahasiswa Mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian itu yakni Setia Trianto, M Nafis Rahman, Muhammad Sigit, Heri Heriyanto, dan Qorry Aina. Mereka mencoba berkreasi dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Kreasi mereka terispirasi oleh maraknya penggunaan telepon genggam yang saat ini masih berkeliaran bebas di tangan narapidana. Seperti diketahui, telepon genggam saat ini bukan lagi diangap barang mewah. Bahkan, sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Selain itu, harganya yang relatif terjangkau bisa dibeli siapa pun.

Namun, bagi para narapidana yang sedang menjalani masa tahanan, kepemilikan telepon genggam tidak diizinkan. Meski demikian, pelanggaran masih banyak ditemukan di lembaga permasyarakatan (LP) di Indonesia. Nah, karya cipta mereka itu bertujuan mengurangi penyalahgunaan alat komunikasi di LP.
 
Alat tersebut dilengkapi penangkap sinyal, baik untuk HP Global System for Mobile Communications (GSM), Code Division Multiple Access (CDMA), maupun handytalk. Penangkap sinnyal berfungsi untuk menangkap sinyal aktif dari telepon genggam yaitu pada saat melakukan panggilan, Short Messange Service(SMS) maupun menggunakan akses internet.

Cara kerja JDP ini melalui tiga tahapan. Tahapan yang pertama adalah menangkap sinyal HP yang berada di radius jangkauan alat ini. Kedua, setelah sinyal ditangkap oleh alat penangkap sinyal (antena), sinyal ini diperkuat oleh penguat sinyal (amplifier).

Pada tahap ketiga, sinyal yang telah diperkuat akan diolah oleh mikrokontroler menjadi sebuah informasi yang ditampilkan pada layar LCD berupa pesan “Sinyal hanphone terdeteksi”.

Selain itu, informasi yang diolah oleh mikrokontroler tersebut disimpan ke dalam sistem memori (kartu memori) yang telah diintegrasikan juga dengan sistem pewaktu. Dengan begitu, jumlah aktivitas komunikasi perhari dapat diketahui. Kartu memori tersebut dapat berupa SD Card maupun MMC.

Informasi yang ada pada kartu memori tersebut dapat diakses melalui komputer maupun laptop yang menampilkan informasi. Informasi yang tampil akan berupa jumlah aktivitas komunikasi maupun waktu terjadinya komunikasi. Kartu memori tersebut dapat dijadikan sebagai barang bukti yang informasinya dapat diakses oleh pihak yang berwenang ketika melakukan sidak.

Dalam menciptakan JDP, kelima mahasiswa itu mendapat bimbingan atau tepatnya dibimbing dosen Dr Ir I Dewa Made S, M Agr. Saat itu mereka mencoba beberapa prototipe. Prototipe pertama dan kedua, keluarannya hanya buzzer dan LED indikator, kemudian prototipe ketiga dilakukan modifikasi. Itu agar keluarannya juga dapat dibaca oleh mikrokontroler untuk ditampilkan di LCD Display maupun disimpan ke dalam sistem memori yang telah diintegrasikan dengan sistem pewaktu yang menunjukkan jam, menit dan detik sesuai waktu setempat.

Pada target keluaran yang kedua, telah dilakukan uji coba lapangan terhadap alat. Alat dapat bekerja dengan baik, berfungsi secara fungsional dapat mendeteksi kegiatan menggunakan HP, berupa menerima/mengirim SMS dan menerima/melakukan panggilan maupun melakukan akses internet.
Hasil yang didapatkan sangat memuaskan karena dapat bekerja pada HP GSM, CDMA, maupun pada handytalky (HT). Setelah alat di-upgrade, alat dapat diimplementasikan di lembaga pemasyarakatan.

Dalam rilis yang diterima dari Kantor Hukum, Humas dan Promosi IPB menyebutkan, teknologi JPD (Jail Phone Detector) merupakan teknologi pendeteksi sinyal handphone yang dapat digunakan untuk membantu mengetahui keberadaan handphone.

Teknologi ini memiliki jangkauan deteksi 7–9 meter, sehingga teknologi sudah dapat diterapkan di lapangan. Teknologi tidak hanya dapat diterapkan di LP, tetapi juga dapat di tempat lain seperti ruang sekolah saat ujian

Sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Tuesday, 8 October 2013

Biaya Rawat Inap Perokok Mencapai Rp 40 triliun



Sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih MH menyatakan biaya rawat inap dan rawat jalan yang ditimbulkan oleh penyakit terkait rokok pada 2011 diperkirakan mencapai Rp39,5 triliun. "Itu jauh melampaui dana Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang hanya Rp20 triliun per tahunnya," katanya melalui siaran pers soal diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) "Dilema APBN untuk membiayai Penyakit Terkait Rokok dalam Perspektif Asas Keadilan" yang digagas Pusat Studi Hukum dan Pembangunan di Jakarta, Jumat.

Ia memerinci hitungan PBI sebesar Rp20 triliun itu, berasal dari 86,4 juta PBI dikalikan Rp19.250 per orang, kemudian dikalikan satu tahun atau 12 bulan hingga totalnya sekitar Rp20 triliun. Karena itu, dirinya mempertanyakan siapakah yang akan menanggung pembiayaan penyakit terkait rokok itu, apakah APBN atau BPJS Kesehatan atau melalui sumber pembiayaan lainnya.

Karena itu, di dalam FGD itu memberikan kesimpulan bahwa sumber pembiayaan lain bagi penyakit terkait rokok merupakan pilihan yang paling baik dan dimungkinkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yakni melalui Asuransi Kesehatan Komersial dimana pelaksanaannya diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Jika itu terlaksana, maka masalah dilematis bagi APBN akan terselesaikan secara elegan, demikian pula bahaya katastropik terhadap pembiayaan BPJS Kesehatan, tidak perlu terjadi. Seperti diketahui, pembiayaan penyakit terkait rokok jika mengacu Pasal 25 huruf i Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2003 tentang Jaminan Kesehatan, sudah jelas berada di luar pembiayaan kesehatan melalui APBN.

Kendati demikian, bukankah para penderita penyakit terkait rokok adalah warga negara yang berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan sosial dari pemerintah.

Hal dilematis tersebut merupakan tema dari acara Focus Group Discussion "Dilema APBN untuk membiayai Penyakit Terkait Rokok dalam Perspektif Azas Keadilan" yang digagas Pusat Studi Hukum dan Pembangunan di Hotel Santika.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof dr Ali Gufron Mukti selaku keynote speaker sangat berharap agar Focus Group Discussion dapat menemukan solusi bagi hal yang dilematis ini.

Sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Saturday, 5 October 2013

Desainer Eropa Ini Penggila Batik


Desainer Belgia Dries Van Noten menggunakan motif untuk koleksi Spring / Summer dari Paris Fashion Week. Jika Anda melihat foto-foto koleksi busana, tampak bahwa desainer yang dulu dikenal sebagai “gaya cetak” memanfaatkan beberapa motif Indonesia. Selain batik, ia juga menggunakan ikat dan songket dia menggunakan motif untuk mencetak pada kapas atau satin. Van Noten juga menggabungkan motif satu sama lain dengan gaya lucu.

Dries Van Noten menampilkan beragam koleksi busana berdetail unik.Bahan sheer yang flowy dan tampak ringan masih menjadi favorit untuk koleksi spring summer 2014 kali ini. Namun Van Noten menambahkan sentuhan detail ruffles dalam koleksinya untuk memberi sedikit kesan edgy.

Dimulai dengan dress polos berdetail ruffles berwarna emas, dilanjutkan dengan dress bermotif berdetail ruffles di bagian lengan, hingga rok yang dipenuhi ruffles. Motif yang digunakan Van Noten pun tampak beragam, mulai dari motif etnik, tribal, hingga bunga yang hadir dalam bentuk lukisan yang cantik. Warna-warna yang dipakai dalam koleksi ini lebih didominasi warna-warna netral seperti beige, hitam, dan putih, yang kemudian dipadankan dengan detail atau motif berwarna emas, merah, atau kuning.

Untuk aksesori Van Noten menghadirkan koleksi tas berupa clutch dan sepatu dengan motif kulit ular. Aksesori pun dibuat seminimalis mungkin karena fokus dalam koleksi ini adalah detail ruffles dan lipit yang kadang terlihat ekstravaganza. Paris Fashion Week resmi dibuka pada Selasa (24/9) dan akan berlangsung hingga Rabu (2/10). Perhelatan mode bergengsi ini akan diramaikan para desainer ternama di antaranya Christian Dior, Chanel, Hermes, dan Louis Vuitton.

Van Noten dilahirkan dalam sebuah keluarga pembuat garmen dan pedagang: ayahnya memiliki sebuah toko pakaian pria dan kakeknya adalah seorang penjahit. Ia lulus dari Akademi Antwerp pada tahun 1980, dan memulai karirnya pada tahun 1986, ketika ia menyajikan koleksi busana pria pertamanya di London sebagai bagian dari The Antwerp Enam kolektif. Yang mengarah ke urutan kecil dari Barneys New York , toko yang masih stok barang secara teratur. Van Noten saat ini menciptakan empat koleksi per tahun (laki-laki dan perempuan, baik untuk musim panas dan musim dingin.

Gayanya dikatakan "eksentrik", dan jatuh dari nikmat selama periode panjang minimalis fashion di awal 1990-an, hanya untuk membuat datang kembali ke pertengahan 2000-an, mencapai puncaknya dengan Van Noten yang menang dari International Award dari Dewan Fashion Designers of America pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, ia berpakaian aktris Cate Blanchett untuk Academy Awards , dan telah terus berpakaian dia untuk acara karpet merah lainnya sejak. Pelanggan terkenal lainnya termasuk Putri Mathilde dari Belgia, dan aktris Maggie Gyllenhaal.

yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Friday, 4 October 2013

Geliat ponsel lokal berjaya di negeri sendiri

Ponsel SPC


Ponsel lokal SPC Mobile memasarkan produknya dengan strategi menyasar segmen konsumen menengah ke bawah. "Kita nggak mungkin menyasar semua segmentasi. Di mana sih segmen yang kekurangan merk? Itu yang kita isi," kata General Manajer SPC Mobile Raymond Tedjokusumo.

Dia mengungkapkan tiga kunci utama yang membuat SPC Mobile bisa berkompetisi dengan merk lain. Ketiganya adalah inovasi, kualitas, dan service center. "Kalau kita lihat di luar negeri, ponsel lokal itu berkembang sekali karena tiga sisi itu diperkuat," kata Raymond.

Dia optimistis ponsel lokal dapat berjaya di negeri sendiri setelah melihat contoh di China dan India. Selain mengeluarkan inovasi produk untuk pasar yang belum banyak diminati pesaing, yaitu menengah ke bawah, SPM Mobile juga ingin menghapus stigma bahwa kualitas ponsel lokal itu buruk.

"Kita tidak akan mengurangi kualitas demi mengejar harga," kata dia seraya menambahkan meski harganya terjangkau, SPC Mobile memiliki standar kualitas yang tinggi. SPC Mobile juga berbangga pada layanan servisnya yang kini tersebar di sembilan tempat di Indonesia di mana tahun depan akan ditambah enam titik lagi di Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa Tengah.

Dia menjamin, produk SPC Mobile yang rusak akan segera diganti service center dalam jangka waktu 21 hari kerja, mengingat SPC Mobile punya pabrik suku cadang sendiri sehingga tidak perlu menunggu lama saat membutuhkan suku cadang baru.

SPC Mobile baru merilis produk tablet seharga Rp1 juta, ponsel android berkisar Rp400 ribu dan ponsel layar sentuh berkisar Rp300.000.

Sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Angklung Jadi Alat Musik Wajib Hut ASEAN di Moskow

Angklung


Musik angklung kreasi Saung Mang Udjo dari Bandung yang dimainkan Femmy dengan iringan gitar Yayan Udjo dan tari Merak yang dipersembahkan oleh penari-penari dari Sanggar Sonobudoyo, Surakarta memukau undangan yang menghadiri resepsi HUT ASEAN ke-46 di Museum Pushkin, Moskow.

Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow Lailal K Yuniarti kepada ANTARA London, Jumat mengatakan Komunitas ASEAN di Moskow melalui ASEAN Moscow Committee (AMC) dengan koordinator Duta Besar Singapore, Ms. Lim Kheng Hua, didukung seluruh kedubes negara ASEAN di Moskow menyelenggarakan resepsi HUT ke-46 ASEAN yang berlangsung meriah. Selain suguhan tari dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philippines dan Vietnam, sahabat-sahabat ASEAN di Rusia juga dipuaskan dengan sajian kuliner lezat dari seluruh negara ASEAN, termasuk rendang dan sate ayam dari Indonesia yang laris manis diserbu hadirin.

Dubes Singapura, Lim Kheng Hua dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama 46 tahun keberadaannya, ASEAN telah berkembang semakin kuat dengan 10 negara anggota di kawasan. ASEAN juga semakin kokoh sebagai suatu organisasi kawasan dengan ditandatanganinya ASEAN Charter pada bulan November tahun 2007.

Yang kemudian diikuti dengan kesepakatan para pemimpin ASEAN di tahun 2010 untuk membangun masyarakat ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015 dan seterusnya, dengan 3 pilar yakni komunitas politik keamanan, komunitas ekonomi dan komunitas sosial budaya

Dalam berbagai kesempatan, Dubes RI di Moskow juga selalu menyampaikan informasi mengenai potensi dan perkembangan terkini di ASEAN. Selain itu, KBRI Moskow bersama Perwakilan Tetap RI untuk ASEAN telah beberapa kali menyelenggarakan kuliah umum mengenai ASEAN yang disampaikan oleh Dubes RI untuk ASEAN, Ngurah Swajaya di MGIMO dan Saint Petersburg State University pada bulan Desember 2012 serta Kazan Federal State University, Mei lalu.

Sumber

Yuk gabung  dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Tuesday, 1 October 2013

Ponsel Lokal Bangun Pabrik Rp 1 Triliun Di Semarang



Produsen merk ponsel lokal, Evercoss, PT Aries Indo Global (AIG) tengah membangun pabrik ponsel senilai Rp1 triliun di Semarang, Jawa Tengah. "Tahun depan kami sudah siap untuk produksi. Untuk komponen, sebagian akan impor, terutama komponen baterai," kata Direktur AIG Edward Sofyananda di Jakarta.

Menurut Edward, di tahap awal pihaknya memperkirakan akan mampu memproduksi sekitar 500.000--600.000 unit per bulan dari pabrik seluas 8 hektare itu. Sekitar 20 persen produksi pertama diharapkan bisa masuk pasar ASEAN. Ia juga mengatakan pihaknya menyasar pasar menengah hingga atas untuk semua produknya.

"Kami main di harga kelas menengah, jadi (orang) yang uangnya terbatas mampu menikmati teknologi juga," katanya. Selain menyasar pasar menengah hingga ke atas, pemegang merk ponsel yang tadinya bernama Cross itu mengaku akan meningkatkan kualitas produk sesuai dengan permintaan global.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, penjualan ponsel lokal itu mencapai 16 juta unit sepanjang 2012 dengan rata-rata penjualan per bulan sekitar 1 juta hingga 1,5 juta unit untuk hanya pangsa pasar Indonesia. Penjualannya sendiri didominasi oleh 70 persen feature phone dan sisanya ponsel pintar.

Sementara itu, Direktur Pemasaran AIG Janto Djojo mengatakan pemilihan kota Semarang sebagai basis produksi dilakukan sebagai upaya memajukan daerah serta dinilai memiliki upah minimum yang lebih rendah dibanding Jakarta. "Namanya Semarang, UMR bedanya bisa sampai Rp1 jutaan dibanding Jakarta," katanya.

Sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow twitter kami @minesiastore

Bendung Raknamo Yang Tak Sekedar Kado

Bendungan Raknamo (Detik.com) Selasa 9 Januari 2018menjadi hari spesial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, karena selain kunjungan p...