Thursday, 26 December 2013

Lampu Aromatherapy Hasilkan Puluhan Juta Per Bulan




Ide untuk memulai suatu usaha memang beragam. Ide bisa datang seketika dalam keadaan mendesak dan menjadi bernilai jika direalisasikan dengan perencanaan yang matang. Siapa sangka, berawal dari situasi duka, Toyo mendapat ide membuat lampu aromatherapy. Walhasil, dia yang hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Mesin ini, mampu menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan.

Saat itu, ibu mertua Toyo meninggal dunia akibat stroke di usia yang relatif muda, yakni 43 tahun. Kepergian ibu mertuanya pada tahun 2012 itu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. “Kebetulan di rumah ada bekas pecahan kaca dari akuarium yang berserakan. Nah dari situlah saya membuat lampu aromatherapy ini. Supaya tenang dan rileks bila mencium aromatherapy," ungkap bapak dua anak ini.

Namun, dia tidak berpuas diri. Setelah berhasil merealisasikan idenya tersebut, Toyo terus mengembangkannya bersama istri. Hasilnya dia menjajakan kepada guru-guru di Sekolah Luar Biasa (SLB)di daerah Yogyakarta. Gayung bersambut, dia langsung kebanjiran order.

"Begitu ada pesanan 80 pieces, bingung kita. Tapi akhirnya saya kerjakan siang malam selama tiga minggu bersama istri saya. Jujur saya bingung, padahal saya saat itu hanya uji coba saja," katanya.

Toyo mengatakan, modal awal membuat lampu aromatherapy hanya Rp100 ribu. Dana itu untuk membeli kabel, lampu kecil dan peralatan lainnya. "Dan untuk bahan bakunya kita minta ke teman-teman," Toyo mengisahkan. Untuk harga jual, dibanderol Rp140 ribu per unit. Namun apabila pembeli memesan dua lampu mendapat diskon menjadi Rp250 ribu dan bonus dua essential aromatherapy secara gratis.

"Harga lampu pertama saya jual Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu terus Rp52 ribu, Rp57 ribu, jadi Rp60 ribu lalu jadi lagi Rp67 ribu terus sampai sekarang di angka Rp140 ribu per lampu," jelasnya.

Kini setelah berkembang, usahanya yang dinamai Titoy Jaya Production (TJP) ini telah memiliki tiga pegawai dan empat orang freelance untuk memasangkan kabelnya. Karena hanya tiga pegawai, diakuinya jumlah produksi lampu aromatherapynya masih terbatas. Toyo merinci, untuk pengerjaan satu lampu bisa menghabiskan empat jam, dalam satu hari bisa 30 lampu. Saat ini, Toyo memiliki 24 motif lampu dengan 18 varian aroma.

"Kita enggak pernah bikin ready stcok, dulu kita pernah ada ready stock. Tapi karena ada reseller, kami punya tiga reseller hampir setiap hari ada pemesanan masuk dari sana," tambahnya.

Dia mengakui, bisa hasilkan Rp20 juta per bulan. Dana itu belum dikurangi gaji tiga orang pegawai mencapai Rp3 juta per bulan dan lainnya. “Alhmdulillah ya dari hasil ini saya bisa menyatuni anak yatim piatu, fakir miskin setiap bulannya berjumlah 28 orang," jelasnya.

Untuk melebarkan bisnis usahanya, dia mengikuti sejumlah pameran. Namun baru dua kali, yakni di Bali dan Jakarta. “Waktu di Bali, hari pertama langsung terjual abis 100 pieces. Dan pameran kali ini saya membawa 120 pieces sudah terjual 60 pieces. Target saya dua hari sudah habis. Ini saya kalau ikut pameran, pengerjaannya hanya sedikit juga karena lampu ini juga berat, saya melihat faktor perjalanannya karena ini saya bawa sendiri. Satu lampu bisa 1,5 kg," paparnya, saat dijumpai di Pameran Industri Kreatif Yogyakarta, di Kementerian Perindustrian.

Untuk ke depannya, Toyo mengharapkan dapat dana hibah dari Pemerintah agar usahanya dapat berkembang secara luas, karena saat ini pengerjaannya masih cara home made belum pakai mesin.

Toyo mengatakan, produksi lampu aromatherapy ini merupakan produk unggulan karena memang produk yang sangat diminati masyarakat. Sebenarnya, lanjut dia, TJP juga menjual produk lainnya seperti lampu hias, vas bunga, namun lampu aromatherapy inilah yang menjadi andalan.

“Pemakaiannya mudah, lampu dinyalakan lalu essentialnya dituangkan ke dalam wadah di atas lampu. Jadi selain bisa untuk penerangan, juga bisa mengharumkan ruangan. Satu essential bisa dipakai lima kali, dan untuk pemakaiannya juga dicampur air sesuai takaran. Untuk lampunya menggunakan 20 watt, bisa diganti juga 10 watt. Kita pakai 20 watt karena agar lebih cepat pembakaran essentialnya di atas wadah," tutupnya


Monday, 16 December 2013

Obat Jantung Coroner Ditemukan di Indonesia



Keanekaragaman di Indonesia merupakan rahmat, bukan hanya sebagai pajangan dengan mengatasnamakan keindahan namun juga membentang berbagai jenis penyembuhan melalui sisi tradisionalnya. Obat tradisional yang belum digali secara luas, namun tidak bagi tim mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan (FTP) Universitas Katolik Widya Mandala (WM) Surabaya yang menemukan pisang mentah memiliki kandungan `pati tahan cerna` yang bermanfaat untuk diet, membantu penderita autis, dan mencegah jantung koroner.

"Caranya, pisang mentah harus diolah menjadi tepung pisang, maka tepung pisang akan memiliki kandungan `pati tahan cerna` dan bersifat bebas gluten," kata anggota tim mahasiswa WM, William Kusnanto.

Didampingi dua rekannya, Christian Liguori dan Witny Widjaja, ia mengatakan kandungan `pati tahan cerna itu baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang melakukan diet atau penderita autisme yang harus mengonsumsi makanan bebas gluten.

"Pati tahan cerna adalah pati yang tidak tercerna oleh enzim tubuh dan kemudian tersimpan di usus besar. Pati tahan cerna ini baik bagi orang-orang yang sedang melakukan diet, baik demi kesehatan maupun penampilan," katanya.

Seperti halnya sayur dan buah-buahan yang menghasilkan serat, pati tahan cerna ini akan difermentasikan oleh bakteri di dalam usus besar dan menghasilkan senyawa asam propionat yang baik bagi tubuh dan berfungsi sebagai pencegah kanker.

"Cara kerjanya seperti obat penurun kolesterol, sehingga pisang mentah dalam bentuk tepung itu akan dapat mencegah terjadinya jantung koroner," papar Christian menambahkan.

Sementara itu, Witny menambahkan karya ilmiah mereka memaparkan tentang bagaimana mencegah penyakit jantung koroner dengan mengonsumsi makanan yang mengandung pati tahan cerna.

"Fokus kami adalah pisang. Kami sengaja memilih pisang, karena pisang adalah produk pangan lokal yang bisa didapat dengan mudah dan tidak kenal musim, sehingga pisang menjadi alternatif dalam bidang pangan," katanya.

Apalagi, dari segi harga, pisang bisa dikatakan memiliki harga yang terjangkau bagi banyak kalangan. "Ini juga meningkatkan nilai tambah produk pangan Indonesia yang bisa diekspor. Umumnya, pisang dikenal hanya dalam bentuk selai pisang, keripik pisang, atau pisang goreng. Pisang memang produk asli Indonesia yang kaya manfaat," katanya.

Agar memiliki kandungan pati yang tinggi, pisang muda diolah terlebih dahulu menjadi tepung pisang. "Jika diolah menjadi tepung pisang, bisa diolah menjadi bahan dasar makanan, misalnya cookies, cake, pasta, atau mungkin mie," ujarnya tentang jenis makanan yang bisa dihasilkan dari tepung pisang.

Mahasiswa semester 7 yang sedang menyusun skripsi itu menganggap bahwa pisang adalah komoditas hortikultura yang memiliki diversifikasi pangan yang cukup tinggi di Indonesia dan mengandung bioaktif, karena selain mengandung pati tahan cerna ternyata pisang juga mengandung antioksidan.

"Badan Pusat Statistik juga menyatakan pisang menjadi bahan pangan komoditas ekspor yang menyumbang sekitar 30 persen dari total ekspor buah di Indonesia," katanya.

Terobosan ketiga mahasiswa WM itu membuat mereka menjadi juara 1 dalam "11th National Student Paper Competition" yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor pada 28 September 2013. Mereka mengambil topik "Breakthrough in Food Technology: Banana Against Coronary Heart Disease".

Yuk gabung dengan komunitas produk Indonesia dengan memfollow @minesiastore

Sunday, 8 December 2013

Balada Kereta Indonesia

Kereta produksi PT INKA 



Ironis itu sederhana bagi bangsa ini, selain digempur oleh produk impor, bangsa ini juga layu akan kebanggaan berbangsa dan bernegara. Cinta tanah air hanya sekadar konsep yang dipelajari di buku-buku sekolah. Penerapan dari apa yang dipelajari dibuku nyaris luntur dan tinggal kenangan. Sebuah kesempurnaan untuk menasbihkan sebuah kehilangan identitas bangsa.

Dan keadilan itu bisa datang dari mana saja, ketika bangsa ini mengagungkan bangsa asing, beberapa bangsa asing justru bergantung dengan bangsa ini. Ya, PT Wijaya Karya (persero) dan PT INKA (Persero) membuat mimpi akan kejayaan bangsa seperti diera kerajaan Majapahit seperti dirintis kembali. Keduanya berhasil membangun kepercayaan dinegeri nun jauh disana, Afrika Selatan.  PT Wijaya Karya (persero) terlibat membangun 2.000 unit rumah tapak di Afrika Selatan, dan pemerintah Afrika Selatan juga menunjuk PT INKA (Persero) untuk membuat gerbong kereta api penumpang dan barang.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah Afrika Selatan adalah sebuah cikal bakal untuk merintis program angkutan berbasis kereta api. Pemerintah Afrika Selatan meyakini moda transportasi kereta api jauh lebih murah dan cepat dengan harga perawatan jauh lebih rendah dibandingkan dengan jalan raya. Untuk memuluskan aksi kerja sama ini, ada beberapa syarat yang diminta oleh pemerintah Afrika Selatan. INKA diharapkan bersedia transfer teknologi kepada Afrika Selatan.

Nantinya  kandungan lokal gerbong kereta api yang dibuat harus lebih tinggi bila dibandingkan yang INKA buat. Jadi kandungan lokal dari Afrika Selatan itu harus tinggi, Indonesia misalnya 70:30. Kemudian INKA juga harus transfer teknologi sebagai beberapa syarat yang diajukan pemerintah Afrika Selatan.

Pemerintah Afrika Selatan punya alasan sendiri mempercayakan pengadaan transportasi pada Indonesia. Salah satunya lantaran banyak mobil yang digunakan di Afrika, didatangkan dari Indonesia. Jalanan Afsel itu penuh dengan mobil dari Indonesia. Contohnya tahun lalu Inova disana ada 18.000 dan Avanza ada 48.000.

PT INKA Madiun sdh membuat gerbong & lokomotif KA utk Bangladesh, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Iran, Australia yang ironisnya PT KAI mengimpor kereta bekas dari Jepang, Ya sebuah "keadilan" yang dipertanyakan.

 Yuk follow gerakan cinta produk Indonesia dengan follow twitternya @minesiastore

Thursday, 31 October 2013

Usaha Cuci Mobil Dengan Robot Made In Indonesia

Robot Pencuci Mobil (gambar by Antara.com)


Setiap peluang harus bisa dimanfaatkan, tak peduli bagaimana rintangan yang menghadang, semua harus diterima dan menjadi tantangan. Hal ini dialami oleh Moeljadi,  Founder dan sekaligus Owner PT Sato Sara Semesta. SATO adalah merk dagang robot pencuci mobil dan motor yang sepenuhnya diciptakan putra Indonesia lewat PT Sato Sara Semesta yang berada di Cipondoh, Tangerang. Penggagas ide ini adalah Moeljadi, Moeljadi menceritakan, usahanya ini berangkat dari sebuah bengkel bubut di kawasan Jakarta Barat.

"Awalnya dari bengkel bubut pada tahun 1996 dengan luas 300 meter persegi. Idenya saya melihat di lapangan, alat yang dibutuhkan seperti apa, saya juga lihat-lihat di luar negeri dan browsing. Dari situ saya simpulkan alat ini digunakan cocok di Indonesia," ungkap Moeljadi belum lama ini.

Moeljadi menambahkan, sebelum mulai memproduksi SATO Robotic Car Wash dan Motor Wash, dirinya pada 1997 baru memulai produksi alat cuci mobil yang masih menggunakan sistem hydrolic. "Tahun 1997 saya produksi, tapi masih sistem hydrolic. Dan baru pada tahun 2000 baru lah saya produksi SATO Robotic generasi ke satu hingga saat ini sudah generasi ke tiga. Generasi pertama hanya kerangka, enggak ada unsur entertainnya, lalu pengembangan sampai generasi kedua, lalu semakin banyaknya outlet kita bikin generasi ketiga yang lebih entertain. Pengembangannya ini mengikuti tren dan kemudahan untuk semua pihak," tambahnya.

Moeljadi yang lulusan SMK Teknik Mesin ini mengakui, nama SATO diambil dari anaknya, yakni anak pertama bernama Rosa dan anak kedua Toto. Dan pembuatan teknologi ini bertemakan Go Green.

Kendati demikian, dirinya tidak bisa merinci modal awal usahanya, namun menurut dia modal usahanya sekitar 70 persen dari nilai jual produk yang dihasilkan. Dan dalam proses dari awal hingga sekarang, Moeljadi mengaku tidak mempunyai kendala yang berarti.

"Untuk kendala saya kira enggak ada yaa. Karena saya menggeluti usaha ini udah basic saya sektor manufaktur, dan lulusan teknik mesin," kata Moeljadi.

Dengan konsep yang Go Green, hingga saat ini, dirinya sudah memiliki tujuh outlet SATO Robotic Car and Motorcycle Wash yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta. "Ada tujuh. Enam di Jabodetabek, satu di Cipondoh, daerah Gondrong Tangerang, Otista, Gandaria, Taman Royale, Pluit, dan satu di daerah Yogyakarta,” jelas dia.

“Dan saya juga telah memperkerjakan pekerja ratusan pekerja. Terdiri dari pegawai di outlet kurang lebih 70 orang, di industri pabriknya sekitar 40 dan mempercayai anak-anak SMK untuk magang di pabriknya sebanyak 30 orang," papar Moeljadi.

"Dan sistem penggajian karyawan perbulannya mendapatkan gaji pokok. Dan untuk yang di outlet bila berhasil melampaui target yang ditentukan dalam satu bulan akan mendapatkan gaji dua kali lipat," tambahnya.

Untuk omzet saat ini, menurut Moeljadi dirinya mendapatkan kurang lebih Rp1 juta per hari per outlet. Itupun dari Robotic Motor Wash, dengan pera harinya mendapatkan kurang lebih 100 motor yang mencuci. "Asumsinya begini. Sebenarnya untuk harga cuci motor beda-beda masing-masing daerah. Di Jakarta Rp12 ribu untuk motor kecil, motor sedang Rp17 ribu, dan Rp32 ribu untuk motor besar. Kalau di Yogya Rp10 ribu. Nah kalau dipukul rata semua 100 motor dalam satu hari dikali Rp10 ribu bisa mendapatkan pendapatan Rp1 juta per hari per outlet. Sedangkan mobil bervariasi," katanya.

Moeljadi menambahkan, hingga saat ini berbagai instansi dan pebisnis jasa perawatan mobil juga sudah mempercayakan produk-produk SATO untuk merawat aset atau menjalankan bisnisnya, antara lain Auto 200, SPBU Pertamina, Auto Bridal, Car Wash Park, Yellow, PT Kawan Lama Sejahtera, MacsAuto Indonesia, C3 dan PT Mastersnow.

"Syukurlah, selama ini kerjasamanya sangat bagus. Produk kami memang sangat efisein dan praktis dari segi biaya dan waktu. Ini juga sangat membantu pemilik kendaraan yang super sibuk namun pada saat sama juga memperhatikan segi kebersihan dan perawatan mobilnya," ungkap

Sumber

Yuk follow gerakan cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Monday, 28 October 2013

Produk Kesehatan Asal RI Laku Hingga Ke Jerman


Ada pepatah "tuntutlah ilmu ke negeri China", sering bertambah kemajuan zaman, China semakin menggurita dan menjadi raksasa disegala bidang termasuk kesehatan, hingga pepatah mungkin akan bertambah dengan pepatah seperti ini,  "Ingin hidup sehat pergilah ke China" . Era keterbukaan telah membuat China mampu menyerap budaya asing secara positif. Hasilnya dalam segala hal perpaduan barat dan "ketimuran" China membuat China menjadi "Gurita" dalam segala hal di planet ini.

Kesehatan juga menjadi andalan China untuk meraup devisa yang luar biasa. Perpaduan obat tradisional China dan ilmu kedokteran China yang menjadi modern benar-benar merubah image dunia kesehatan China, tak percaya, ada Dahlan iskan contohnya yang mampu bertahan dari serangan ganas kanker hati dengan berobat di China.

Tak perlu panas dengan kemajuan China, bangsa Indonesia walaupun dihiasi dengan berita negatif akan korupsi yang merajalela ternyata mampu merebut pangsa pasar kesehatan dunia. Produk-produk karya anak negeri mampu merebut pasar disektor kesehatan dimana selama ini untuk kawasan Asia didominasi China dan India. Dan produk mereka disukai hingga ke negeri Jerman.

Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) Raharias Sapta menuturkan, hingga saat ini produk-produk aksesori kesehatan Indonesia memang menjadi favorit banyak negara. Beberapa di antaranya Papua Nugini, hingga Jerman. Jenis produk yang dijual pun beragam, mulai dari bed hospital, sarung tangan, hingga baju rumah sakit.

"Pertamakali yang sudah ekspor misalnya tensi meter. Itu banyak sekali ke Jerman. Sedangkan bed, dan baju ke Timur Tengah dan Papua Nugini. Jepang hari ini dan kemarin pun sudah memesan untuk tahun depan,".

Raharias menambahkan, Apaki selama ini membidik kelas menengah pada pasar luar. Hal ini lantaran negara-negara maju asal para buyer tersebut tidak lagi memproduksi alat-alat kesehatan sederhana. "Aksesori kesehatan yang tinggi seperti MRI itu diproduksi oleh negara-negara maju tersebut. Kalau negara-negara berkembang seperti kita yang middle saja. Kami membuat alat yang mereka sudah tidak bikin. Jadi inilah bidikannya," tukas dia.

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Friday, 25 October 2013

Mobil Pemadam Kebakaran Produksi RI Tembus 3 Benua

Mobil pemadam kebaran made in Indonesia (gambar by okezone.com)


Produk Indonesia sering kalah kelas, banyak anak bangsa yang mencoba berkontribusi namun akhirnya berakhir sia-sia. Masyrakat Indonesia sendiri cendrung penggila merek luar negeri namun bagaimana jika orang luar negeri tergila-gila produk Indonesia.

Tidak banyak yang tahu produk-produk karya anak negeri banyak yang menjadi favorit bangsa asing, salah satunya adalah produk automotif spesial, yakni mobil pemadam kebakaran. Dulu sempat ada pejabat yang terlibat kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran, pejabat tersebut selain menggandakan dana pembelian secara tidak sah, dan produk asing menjadi incaran andai produk dalam negeri menjadi prioritas mungkin korupsi tersebut tidak akan muncul dipengadaan mobil pemadam kebakaran tersebut.

Kini ada PT New Sentosa International yang memproduksi mobil pemadam kebakaran. produknya sudah sangat banyak di ekspor di Afrika, Timur-Tengah, dan Australia. Ya, mobil buatan anak negeri ini sudah tembyus 3 benua. Selain mobil pemadam kebakaran, produk aksesori rumah sakit dan bidang kesehatan juga menjadi bidikan para pembeli dari luar Indonesia. Salah satu produk yang paling banyak diburu para buyer ini adalah hospital bed.

Director Marketing New Sentosa International, Vivianne Novita menuturkan selama ini perusahaannya tidak pernah berhenti untuk terus memperbaharui inovasi dan teknologi. Inilah yang menjadi alasan para pembeli dari negara lain jatuh hati dan tetap setia menggunakan produknya.

"Mereka sangat tertarik membeli mobil kebakaran kami. Mobil ini 60 persen komponennya berasal dari dalam negeri. Mereka interest karena inovasi dan teknologi dari kami yang terus baru," kata dia. Vivi mengaku, hingga saat ini produk unggulannya telah menjangkau berbagai negara di pasar international seperti, Korea, Australia, Brunei Darrusalam, Timor Leste, hingga Afrika.

"Kami sudah menghubungi pihak Korea dan mereka akan jadi sale agen kami di Seoul. Mereka juga ada keperluan lima unit untuk aiport. Adapun Australia akan menyuplai ke negara-negara Afrika untuk airport dan pemadam juga. Kami berharap hari ini dan esok masih ada negara-negara lain yang akan membeli lagi produk kami,"katanya

Sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Wednesday, 23 October 2013

Game Asli Indonesia Diunduh 30 Ribu Orang Dalam 2 Minggu



"Itu bukan karya mahasiswa lagi, tapi sudah skala rekayasa industri, saya juga mau kalau diajak investasi," komentar salah seorang anggota dewan juri kompetisi aplikasi dunia `Imagine Cup 2013` di St Petersburg, Rusia.

Ucapan anggota dewan juri pada kompetisi di Rusia pada 8-12 Juli 2013 itu agaknya beralasan, mengingat game online karya sembilan anggota "Tim Solite" dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Jawa Timur itu sudah diunduh 30 ribu orang hanya dalam dua minggu. Apa tidak hebat?!.

Tidak hanya itu, decak kagum juga datang dari perusahaan software (piranti lunak) kelas dunia, Microsoft, yang menjadi penyelenggara kompetisi aplikasi berbasis Windows 8 yang tahun ini sudah terselenggara untuk ke-11 kalinya dan Indonesia mengikuti untuk yang ke-7 kalinya.

 "Ya, kami mendapat tawaran kerja dari Microsoft AS, tapi kami ingin mendirikan company (perusahaan) game sendiri, kami tidak mau bekerja untuk orang lain, kami ingin menjadi putra-putri Indonesia," tutur koordinator Tim Solite Unijoyo, Asadullohil Ghalib Kubat, 18 September lalu. Apalagi, ujar mahasiswa dari Bangkalan, Madura itu, Microsoft Corporation sendiri ingin menjadikan kompetisi berskala dunia itu untuk satu misi yakni menumbuhkan wiraswastawan baru di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dunia.

 "Saya dan delapan orang teman dari Bangkalan, Surabaya, Gresik, dan Lamongan yang kebetulan satu angkatan sudah merancang perusahaan game di Kota Bangkalan setelah kami diwisuda pada September-Oktober tahun ini," tukasnya. Bahkan, hadiah 10.000 dolar AS atau setara dengan Rp100 juta dari "Imagine Cup 2013" itu tidak akan dibagi-bagi untuk sembilan anggota Tim Solite, melainkan mereka sudah sepakat untuk menjadikan modal mengembangkan perusahaan yang sudah diimpikan sejak 2012.

"Saya sendiri suka main game sejak SMP, tapi saya akhirnya tertarik pada bidang program komputer sejak SMA hingga kuliah," tutur mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dari Fakultas Teknik pada universitas yang selama ini tidak seberapa dikenal itu.

Namun, dirinya mulai tertarik untuk fokus pada "game" itu saat semester 5 di Jurusan Informatika Unijoyo. "Saya melihat game lebih menantang dan prospektif daripada programer, apalagi saya juga sudah menemukan delapan teman yang memiliki ketertarikan yang sama," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya bersama delapan rekannya pun merancang "game" yang dijuluki "Save The Hamster". "Game itu akhirnya kami sertakan dalam kompetisi game tingkat nasional yang diselenggarakan Microsoft Indonesia dengan diikuti 400-an peserta," paparnya.

 Tanpa dinyana, tim "Solite" Unijoyo itu mampu lolos ke babak final yang terbagi dalam tiga kategori yakni game, inovasi, dan entepreneurship. Seleksi itu dilaksanakan pada kurun Februari-April 2013. "Akhirnya ada sembilan tim (tiga pemenang pada setiap dari tiga kategori) yang terpilih ke ajang dunia. Alhamdulillah, karya kami yang terpilih dari sembilan karya itu, karena kami dianggap paling siap," tandasnya.

Selanjutnya, empat dari sembilan anggota Tim Solite Unijoyo difasilitasi Microsoft Indonesia untuk berangkat ke Rusia pada 7 Juli 2013, namun tim itu sempat dikarantina di Jakarta untuk mengikuti pelatihan presentasi yang diadakan Microsoft Indonesia.

sumber

Yuk gabung dengan komunitas cinta produk Indonesia dengan follow @minesiastore

Bendung Raknamo Yang Tak Sekedar Kado

Bendungan Raknamo (Detik.com) Selasa 9 Januari 2018menjadi hari spesial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, karena selain kunjungan p...