Thursday, 11 February 2016

Kini "Badak" Ungguli Panser Korea Selatan

panser Badak, detik.com

Perkembangan dunia persenjaan dengan latar belakang produksi dalam negeri sungguh mengesankan, setelah AK47 yang memukau di lomba tingkat tentara nasional seAsia pasifik, kini Anoa atau panser buatan PT Pindad yang memang kerap kali membantu tentara perdamaian dari Indonesia ketika bertugas dalam misi PBB mulai berevolusi menjadi lebih gahar, ya panser Anoa berevolusi menjadi panser Badak.

Keberhasilan membuat industri pertahanan nasional kembali menggeliat. 19 Munisi yang ditembakkan dari meriam Panser Badak berhasil dengan baik, dengan begitu panser jenis baru ini bisa melanjutkan ke tahap produksi massal, Pemerintah pun langsung memesan 50 panser Badak dari PT Pindad. Kendaraan militer jenis baru buatan produsen alutsista pelat merah itu dibeli untuk menambah daya gempur TNI

Spesifikasi

Panser yang membawa Cannon 90 mm yang merupakan buatan anak-anak bangsa ini telah melalui lima tahap pengujian. Seluruh amunisi yang ditembakkan berhasil mengenai sasaran berukuran 4x4 dengan jarak kurang lebih satu kilometer dan kondisi kendaraan yang stabil dan terkendali saat dilakukan penembakan. Setelah uji tembak, beberapa mata pengujian lain seperti uji laboratorium dan uji jelajah eksternal akan dilaksanakan bersama Dislitbang AD

Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan. Dengan Meriam yang berjalan di atas delapan roda besar, Badak yang punya panjang 6 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,9 meter, bisa menjangkau medan yang sulit dicapai kendaraan tempur berat, seperti tank.

Jarak tembak Panser yang memiliki berat 14 ton ini mencapai 3 hingga 5 kilometer. Badak yang memiliki 6 transmisi otomatis ini, bisa berlari hingga 90 kilometer. Panser ini sudah diuji tembak oleh TNI dan lulus. Dalam ujian itu, Badak dinilai memiliki kualitas lebih mentereng ketimbang panser Tarantula produksi Korea Selatan. Panser Tarantula merupakan kendaraan tempur yang memiliki jenis sama dengan Badak.

Unggul Dari Tarantula buatan Korea

Kadep komunikasi PT Pindad Sena Maulana menyatakan panser badak lebih unggul dari panser tarantula buatan Korea Selatan. Ada dua keunggulan yang dimiliki panser buatan anak bangsa ini, yakni manuver dan harga yang jauh lebih murah.

Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laku kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.

Meski berbadan besar dan dilengkapi persenjataan berat, panser ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam. Tak hanya memiliki kecepatan puncak yang cukup cepat, Badak diakui memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan

Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer.

Untuk urusan kenyamanan dan kemampuan menghadapi medan yang ekstrem, PT Pindad menyematkan Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak. Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu.

yuk dukung inovasi anak bangsa lainnya 

Friday, 4 December 2015

Samsung Membuat Sejarah di Indonesia


Merilis data tahun ini, Samsung membuat gebrakan dengan membuat Samsung Galaxy S6 dan Edge 6. Yang lebih istimewa dan menjadi sejarah adalah sebagian dari handphone tersebut diproduksi Samsung di Indonesia. Dan semua hasil dari produksi tersebut akan dipasarkan di Indonesia sendiri. Hal ini diamini oleh Vice Presiden Corporate Samsung Indonesia Lee Kanghyun ketika diwawancarai beberapa waktu yang lalu.

Hal yang bersejarah ini tentunya akan menjadi perihal baik, mengingat bagaimana besarnya impor elektronik yang begitu besar masuk ke Indonesia . Patut disyukuri namun dibalik itu semua Lee Kanghyun sendiri justru meragukan bagaimana respon pasar domestik Indonesia akan hasil produksi didalam negeri, karena menurut Lee respon publik dalam negeri relatif cendrung negatif terhadap produksi dari Indonesia sendiri. Kekhawatiran Lee sendiri muncul walau produk Samsung terbaru ini sudah mengadopsi teknologi canggih seperti prosesor 64-bit Exynos 7420, pemindai sidik jari, dan kamera 16 megapikdel dengan optical image stabilizier dan kapasitas media internal 32 GB untuk Samsung Galaxy S6 dan 64 GB untuk Samsung Galaxy Edge 6.

Samsung Indonesia

Pabrik samsung di Indonesia berdiri sejak 1991 berlokasi di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat. Di tempat ini, Samsung Indonesia memiliki beberapa kompleksperakitan dibidang elektronik seperto TV dan perangkat audio videonya yang lain.
Kini Samsung pun telah mengikuti anjuran pemerintah mengenai besaran TKDN yang wajib dipenuhi oleh produsen telepon genggam yang produksinya beredar di Indonesia. Untuk itu Samsung pun mulai membuat ponsel dipabrik yang sama per Januari tahun 2015 ini. walaupun biaya yang mahal dibandingkan impor langsung.

Galaxy S6 dan Galaxy Edge 6 hadir di Indonesia per 8 Mei Kemarin, bertempat di Mal Gtand Indonesia Jakarta dan Sun Plaza, Medan. Harganya sendiri dibandrol kisaran Rp 9,5 juta sedangkan Galaxy Edge S6 harganya mencapai kisaran Rp12,5 juta.

Rencana Samsung untuk memperbesar nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) patut diapresiasi namun seringkali birokrasi yang rumit disertai pungutan liar yang merajalela membuat harga yang cenderung membengkak akibat "tambahan" dari biaya produksi ini. Padahal apabila dapat dihilangkan bukan tak mungkin akan meningkatkan produksi lokal yang berdaya saing global. Mengingat kondisi ekonomi yang tak pasti ini tak ada salahnya pemerintah ikut membenahi birokrasi yang membuat harga produksi tinggi.

Salam Cinta Indonesia


Saturday, 3 January 2015

Membangun Perbatasan, Menjaga Kedaulatan

Tentara Indonesia sedang menjaga perbatasan (foto: Antara)

Etalase adalah sebuah penilaian pertama tentang bangunan, jika kita melihat etalase yang bagus maka kita akan menganggap bangunan tersebut bagus juga. Hal ini jika dibandingkan dengan Indonesia, maka etalase tersebut adalah wilayah perbatasan antar negara. Ada beberapa wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara lain lewat jalur darat yaitu Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, Pulau Timor perbatasan antara NTT dengan Timor Leste dan Pulau Papua,perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Tapi ada satu kesimpulan yang bisa ditarik dari ketiga wilayah perbatasan tersebut : memprihatinkan.

Terlebih dengan Malaysia, negara yang berpenduduk sekitar 30 juta jiwa tersebut memiliki perhatian yang ekstra terhadap wilayah perbatasan, "Etalase" mereka benar-benar dibuat semenarik mungkin, akses jalan yang baik, transportasi, listrik dan segala macamnya benar-benar dibangun sebaik mungkin untuk penduduk Malaysia diperbatasan. Alhasil penduduk perbatasan yang berasal dari Indonesia iri dan lebih bangga "bermalaysia" daripada jadi orang Indonesia. Hingga rupiah pun takluk dikandangnya sendiri berganti ringgit yang pindah kedompet orang Indonesia diperbatasan dengan Malaysia, miris.

Era berganti, Presiden pun berganti, Pak SBY diganti dengan Pak Jokowi, pemerintahan yang baru pun langsung mengejar target pembangunan diperbatasan. Hal ini terlihat dari wilayah perbatasan yang dikunjungi langsung oleh pak Jokowi beberapa waktu yang lalu. Hingga lahirlah rencana untuk memperindah "etalase" Indonesia tersebut. Dalam rencana tersebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2,7 triliun dalam APBN 2015 untuk mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Termasuk rencana pembangunan jalan nasional sekelas jalan tol diperbatasan Kalimantan-Malaysia sepanjang 34 Km.

Tahun 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat alokasi tambahan sebesar Rp 33 triliun sehingga total anggaran kementerian PUPR mencapai Rp 100 triliun lebih. Pemerintah berencana membangun kawasan modern yang dilengkapi dengan infrastruktur penunjang dengan kualitas terbaik yang pernah ada.

Sebagai tahap awal, akan ada pembangunan 4 kawasan‎ perbatasan antara lain di Aruk, Entikong, dan Nanga Badau di Kalimantan Barat dan Long Bawang di Kalimantan Timur. Rencananya akan dibangun jalan nasional yang standar mutunya setara dengan jalan tol. 

Jalan masuk menuju pintu itu dibuat menjadi 2-7-7-2 yaitu 2 meter bahu jalan, 7 meter lebar jalan arah pertama, 7 meter lebar jalan arah kedua dan 2 meter bahu jalan lagi. Jadi nanti akan kelihatan seperti jalan tol. Ada dua ruas masing-masing arah. Selain itu, kualitas jalan akan dibuat‎ sesuai standar yang ditetapkan dalam pembangunan jalan tol. Sedikitnya dibutuhkan dana Rp 2 triliun dengan total panjang jalan yang akan dibangun mencapai 34,5 km.

Selain itu, akan dibangun pembangunan kawasan terpadu di perbatasan. Pembangunan kawasan ini untuk menjamin ketersediaan ruang terbuka hijau termasuk penanganan kawasan kumuh.‎ Kawasan ini akan dilengkapi dengan air bersih layak, jalan lingkungan, sanitasi dan pembungan sampah.Selanjutnya adalah penyediaan rumah bagi warga yang tinggal di perbatasan serta petugas jaga perbatasan yang bertugas di kawasan tersebut.

Pembangunan infrastruktur ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di perbatasan juga menjamin agar masyarakat tidak lagi berpindah ke negara tetangga. Di rentang 70 tahun Indonesia merdeka, semoga rencana baik ini dapat terlaksana agar tetap berkibar bendera Indonesia diperbatasan. 

Yuk ngobrol tentang kedaulatan ditwitter kami : @minesiastore

Monday, 25 August 2014

Strela Dari Rusia Untuk Kemacetan Jakarta



Pemerintah Jakarta sudah berkali-kali merencanakan pembangunan MRT(mass rapid transportation) atau monorail, yang detailnya telah dilupakan oleh semua orang, tetapi pembangunannya tak juga selesai. Kali ini, jalanan di pusat ibukota kembali digali untuk realisasi proyek tersebut.

Maksim Dyakov, Managing Partner Russkie Transportniye Sisteme, bagian dari MORTON holdings yang ikut serta dalam beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa sepertinya jalanan tersebut tergali percuma.  Maksim bercerita, ia dan perusahaannya datang ke Jakarta untuk menawarkan proyek pembangunan sistem tranportasi darat “Strela” yang lebih cocok memenuhi kebutuhan Jakarta. Strela merupakan sistem transportasi ringan berupa kereta gantung, yang diciptakan di Jerman dan dimodifikasi oleh para insinyur di Rusia.

Di berbagai kota dunia, Strela dapat dilihat dalam bentuk “trem terbalik”. Berikut gambaran mengenai Strela, JIka dijelaskan secara singkat, pada prinsipnya kendaraan tersebut adalah rel yang berada di dalam balok bercelah di bawahnya, yang tergantung di udara pada tiang-tiang logam. Sistem komunikasi dihapus dari balok tersebut. Motor elektrik tanpa pengemudi dapat menggerakkan hingga lima kabin dalam satu susunan yang tergantung pada bogie yang bergerak di atas rel-rel yang ada di dalam balok.
Maksim menyatakan, saat pertama kali datang ke Jakarta ia langsung menyadari bahwa kota ini terhimpit permasalahan transportasi. “Transportasi darat praktis tidak bergerak pada  jam sibuk. Metro bawah tanah membutuhkan pengembangan yang lama dan mahal, sedangkan sistem yang kami tawarkan tidak hanya dapat dibangun dengan cepat, tetapi juga dibangun pada ruang darat yang sekarang ini masih kosong ,” kata Maksim.
Secara keseluruhan, situasinya hampir sama dengan pembangunan gedung-gedung tinggi, yang sekarang sedang tumbuh di Jakarta seperti jamur. Tanah semakin sempit dan penduduk yang padat, bahkan masih terus bertambah, meningkatkan kebutuhan pembangunan tempat tinggal yang diikuti pembangunan sistem tranportasi secara vertikal.
Menurut Dyakov, mereka menawarkan sesuatu yang jauh lebih cepat dan murah dibandingkan sistem transportasi lainnya. “Strela lebih murah hingga 4-6 kali dari kereta bawah tanah, 3-5 kali lebih murah dari monorail, dan tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan MRT,” cerita Dyakov.
Strela dapat dibangun pada tiang-tiang fondasi yang sudah ada di Jakarta. Secara khusus, pencetus proyek ini siap menggantikan lajur busway yang mengambil lebar jalan raya utama Jakarta secara signifikan. Selain itu, bukan hanya dapat memanfaatkan tiang fondasi yang sudah ada, titik transit dan perhentian yang adapun juga dapat digunakan untuk Strela.
Untuk pembangunan proyek MRT yang sederhana saja, dibutuhkan 22 juta dolar AS per kilometernya. Harga tersebut belum termasuk harga tanah yang akan digunakan. Tidak ada yang berencana menghitung harga tanah tersebut, tetapi yang jelas harganya sangatlah mahal. Perusahaan Rusia menawarkan proses yang sebaliknya: jalan yang dipakai sebagai lajur busway sekarang kembali diperuntukan bagi mobil dan kendaraan lainnya karena Strela tergantung di udara tanpa menganggu arus jalan di bawahnya.
Selain itu, sampai sekarang sistem transportasi baru yang ditawarkan bagi Jakarta terkesan kaku dan komersil. Perusahaan asing datang ke Indonesia dan menawarkan berbagai macam solusi dengan nilai tertentu, yang kelak dibayarkan kepada mereka. Sementara menurut Maksim, Rusia siap tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga mengajarkannya kepada orang lokal, termasuk warga negara Indonesia di Rusia. “Kami siap berinvestasi untuk proyek tersebut, tidak hanya dengan modal MORTON holdings saja, tetapi siap membawanya ke tingkat kerja sama antar negara,” ungkap Maksim
Pihak Rusia siap menempatkan titik produksi di Jakarta, menciptakan lapangan kerja dan teknologi baru secara bersamaan. Sebagian konstruksi yang kami gunakan berupa logam. Perwakilan-perwakilan perusahaan Indonesia sudah berdiskusi  dan siap memproduksi konstruksi tersebut di Indonesia. Yang paling menarik dari hal tersebut adalah konstruksi lokal dapat mengurangi biaya pembangunan dan tentunya menguntungkan semua pihak. Berbeda dengan perusahaan Cina, kami tidak bisa membawa bahan dari negara kami sendiri. Jarak yang ditempuh sangatlah jauh.

Follow twitter kami: @minesiastore

Saturday, 21 June 2014

Sorgum: Agar Sampai Kiamat Indonesia Tak Impor Gandum


Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mampu mengembangkan dan memproduksi produk nuklir kesehatan dengan pengayaan uranium tingkat rendah. Produk yang dihasilkan adalah radioisotop. Produk ini biasa digunakan untuk radioterapi menyembuhkan penyakit seperti kanker. Radioisotop yang diproduksi PT Batan Tekno (Persero) sekarang PT INUKI (Industri Nuklir Indonesia) ini sudah diekspor ke Malaysia, Filiphina, Vietnam, Bangladesh hingga Tiongkok.

"Kita harus bangga. Kita satu-satunya produksi radioisotop di Asia. Kita ekspor ke Vietnam, Bangladesh, Tiongkok, Malaysia, Filiphina. Ini untuk keperlukan kesehatan seperti menyembuhkan kanker, penyempitan pembuluh darah," Kata Direktur Utama PT INUKI Yudiutomo Imardjoko pada acara Indonesia Green Infrastructure Summit 2014 di Pacific Place, Jakarta. 

Radioisotop produksi BUMN bidang nuklir ini juga diakui kehebatannya oleh lembaga dunia. Radioisotop ini merupakan produk nuklir dengan pengayaan uranium paling rendah untuk keperluan kesehatan. Indonesia satu-satunya negara yang pakai tingkat uranium pengayaan tingkat rendah. Tahun lalu PT INUKI menangkan the best di dunia yang pakai pengayaan uranium tingkat rendah. 

Meski berjaya di luar negeri, radioisotop buatan PT INUKI kurang memperoleh tempat khusus di dalam negeri. Baru 16 rumah sakit tanah air yang memakai radioisotop buatan Indonesia ini. Padahal di luar negeri produk radioisotop Indonesia sangat diburu dan diakui keandalannya. Dukungan pemerintah juga rendah. Baru 16 Rumah Sakit di Indonesia yang pakai produk ini. Kalau di luar negeri banyak yang pakai.

Sorgum

 Selain untuk bidang kesehatan, radioisotop nuklir digunakan untuk pengembangan Sorgum. Sorgum (Sorghum spp.) adalah tanaman yang saat sedang dikembangkan dengan fase nulkir didalamnya, Sorgum yang sejenis dengan gandum juga mempunyai pengaruh positif meredam impor gandum. Tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber panganpakan ternak dan bahan baku industri ini merupakan bahan pangan ke-5, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandumjagungpadi, dan jelai.

Tanaman serelia ini potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Keunggulan Sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tingg, perlu input lebih sedikit dan tahan lama terhadap hama dan penyakit dibanding tanaman pangan lainnya. Dibanyak negara biji Sorgum digunakan sebagai bahan pangan, untuk itulah PT INUKI melalui Kementrian BUMN mencoba untuk mengembangkan diwilayah Nusa Tenggara agar memanfaatkan lahan yang tidak produktif tersebut.   Penelitian dan perbaikan varietas Sorgum melalui pemulia dengan teknik mutasi telah dilakukan. Diharapkan proses ini dapat memperbaiki sifat agronomi dan kualitas produk itu sendiri. Sehingga proses penggantian dan transisi pemakaian Gandum dapat dialihkan ke Sorgum. 

Sampai kiamat kita harus berani memerangi impor yang menghabiskan kultur agraris  bangsa Indonesia. Follow @minesiastore

Tuesday, 3 June 2014

Mesin Batik Kelowong, Mesin Batik Indonesia Untuk Dunia


Batik adalah identitas bangsa, sebuah keteduhan dari krisis tentang budaya yang lebih sering meresapi budaya seberang. Sebuah oase bahwa dari segala kerumitan masalah bangsa, Indonesia mewarisi kebendaannya untuk dunia, ya Batik membuat bangsa Indonesia menemui peadaban yang sejati. Batik diakui dunia dan menjadi warisan untuk seluruh dunia yang berasal dari Indonesia.
 
Batik yang memang menjadi warisan dunia mempunyai keluhuran yang luar biasa dari cara pembuatannya. Tak tanggung-tanggung bisa berbulan-bulan untuk membuat mahakarya tersebut. Zaman berganti Batik sedikit menemui kemudahan dalam pembuatannya karena ada yang membuat dengan dicap tapi ada juga dengan mesin. Kini mesin batik ada yang ditemukan oleh orang Indonesia. Mesin batik Kelowong namanya.

Mesin batik kelowong merupakan Computer Numeric Control (CNC) yang termasuk salah satu terobosan dalam membatik. Membuat batik masuk dalam konsep mekanik untuk pengembangan secara komersial. Banyak yang terkagum-kagum dengan cepatnya membuat kelowong (pola dasar batik) dengan mesin tersebut.

Proses pembuatan pola yang biasanya memakan waktu berhari-hari mampu diselesaikan mesin ini hanya dalam dua jam. Untuk yang pola rumit, pendesain bisa menghabiskan waktu sampai satu bulan, namun dengan mesin ini bisa diselesaikan dalam waktu satu hari.

Pada proses pembuatan kain batik tulis maka pembuatan pola dasar memang memegang peranan penting. Peran lainnya adalah motif yang telah dipersiapkan, juga bagaimana mencanting dua sisi yang benar agar tidak terjadi kebocoran warna yang tidak diharapkan.

Mesin batik kelowong memangkas tiga proses pembatikan. Pertama, proses menggambar pada kertas kalkir (kertas tembus). Kedua, proses memindahkan gambar ke kain panjang dengan pensil. Ketiga, proses mencanting dengan tangan bolak-balik pada kedua sisi permukaan. Setelah semua proses ini dilewati, tetap memerlukan perajin yang mengerjakan batik secara manual.

Kehadiran mesin batik tulis ini berkat inovasi dari Agus Martoyo, guru SMKN 4 Jakarta. Dia bersama para siswanya berhasil membuat mesin batik tulis dengan teknologi CNC. Setelah diprogram lewat komputer, mesin ini dapat melukis aneka motif batik, layaknya tangan-tangan terampil pembatik andal. Mesin tersebut layaknya mesin printer yang mengikuti desain batik yang sudah dibuat terlebih dahulu menggunakan software corel draw atau paint windows.

Yuk gabung dengan Indonesia hebat dengan follow @minesiastore

Tuesday, 27 May 2014

Rusia Bantu Indonesia Gapai Atmosfer Bumi

Lokasi Peluncuran Roket Di Pulau Biak
Pak Habibie dulu pernah melambungkan mimpi, Indonesia negeri yang dimasa itu sedang berusaha membangun kemandirian disegala bidang mulai melirik satelit. Seperti yang digariskan dalam makna Palapa, bahwa perlu suatu hal untuk menyatukan beribu pulau di nusantara, beranekaragaman kebudayaan dan nampaknya satelit sebagai simbol teknologi ini merupakan jawaban yang tepat.          

Mimpi itu sepertinya tak lama lagi menjadi nyata, walau tidak lewat tangan pak BJ Habibie. Tapi lewat Rusia, negeri Beruang Merah yang sudah meluncurkan Roket beserta Satelit bersama Amerika Serikat dan China. Rencana meluncurkan satelit yang merupakan bagian dari proyek Air Launch tersebut akan diluncurkan dari Biak, Papua. Wakil Menteri Perkembangan Ekonomi Federasi Rusia Aleskey Likhachev menyatakan saat ini koordinasi dasar di Papua sudah dilaksanakan dan negosiasi pembiayaan proyek tengah berlangsung.

Air Launch 

Salah satu pencetus Air Launch, Sergey Teselkin, juga hadir dalam pertemuan di Jakarta tersebut. roket tidak diluncurkan dari permukaan bumi, melainkan dari ketinggian sepuluh kilometer di atas permukaan laut. Roket tersebut akan diangkut oleh Ruslan, pesawat terbang terbesar di dunia dan kemudian akan diluncurkan saat pesawat itu tengah mengudara. Hal itu akan menekan biaya peluncuran hingga dua kali lebih rendah. Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Dengan kecepatan rotasi bumi 0.4 kilometer per detik, maka biaya pengiriman satelit ke orbit menjadi lebih murah, karena putaran bumi sendiri yang akan mendorong satelit menuju orbit.

Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Foto: Mikhail Tsyganov


















Teleskin menyatakan Air Launch dapat berfungsi sebagai sistem tanggap darurat. Air Launch (jika infrastrukturnya sudah dibangun dan berbekal roket ini) dapat menjadi satu-satunya sistem yang dapat mengatasi ancaman tersebut. Sistem ini akan menghancurkan asteroid berkeping-keping dalam dalam waktu sekitar lima hari setelah penemuan. 


Replika pesawat terbesar di dunia AN-124-100BC Ruslan. Foto: Mikhail Tsyganov
Selain itu, Teleskin menawarkan sistem yang revolusioner dalam proyek ini. Biasanya, sebelum peluncuran satelit dibawa ke kosmodrom (stasiun peluncuran roket) dan dijaga sepanjang waktu, tapi tak menutup kemungkinan terjadi kebocoran teknologi. Sementara, Polet akan didatangkan (dengan pesawat) kepada klien dengan menggunakan roket upper stage dan perakitannya dilakukan dibawah kontrol penuh klien.Teknologi Air Launch merupakan milik Pusat Roket Negara (PRN) Rusia Makeyev yang telah bergerak di pasar persenjataan roket selama 60 tahun dan berpengalaman puluhan tahun di bidang teknologi peluncuran roket dari kapal selam.
Teleskin menjelaskan, teknologi milik PRN sangat berguna dalam mempermudah peluncuran roket. “Roket seberat 100 ton yang terjun dari pesawat, dengan berat keseluruhan 400 ton, akan membuat kerusakan spesifik pada dinamika penerbangan. Air Launch membuat peluncuran beban seberat itu di udara menjadi lebih mudah dibanding melepaskan gelembung di hidrosfer,” terang Teleskin. Pesawat An-124 Ruslan sendiri memang dirancang untuk menerjunkan beban yang sangat berat.
Yuk gabung untuk kebangkitan Indonesia dengan follow @minesiastore

Bendung Raknamo Yang Tak Sekedar Kado

Bendungan Raknamo (Detik.com) Selasa 9 Januari 2018menjadi hari spesial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, karena selain kunjungan p...